Proyektor jenis ini lebih
mengacu pada jenis lampu sumber cahayanya.
Yaitu menggunakan LED sebagai pengganti bola lampu
"traditional" yang selama ini digunakan.
Bola lampu tradisional bisa tahan sekitar 1000 - 5000 jam
sedangkan LED bisa tahan 10.000 - 20.000 jam. Bahkan
bisa seumur dengan proyektor itu sendiri, tanpa ada penggantian lampu sumber
cahaya sama sekali. Ini tentu sebuah kemajuan yang luar biasa dibandingkan
dengan penggunaan bola lampu tradisional yang tidak mudah untuk mengganti dan
mendapatkannya.
Untuk teknologinya, bisa LCD atau DLP yang penting sumber cahanya menggunakan LED atau bukan. Proyektor DLP yang menggunakan LED sebagai sumber cahayanya, tidak lagi menggunakan Color Wheel (roda warna) untuk menghasilkan warna, tapi menggunakan 3 buah LED (merah - biru - hijau) yang langsung menyinari DMD chip.
Kelebihan lain dari proyektor LED ini adalah ada yang bentuknya yang kecil sehingga sering disebut proyektor mini (LED mini projector) dan bisa dibawa ke mana-mana (portable) dan cukup dioperasikan dengan baterai saja. Kadang disebut juga dengan Pocket Projector, proyektor yang bisa di kantongi karena ukurannya yang sangat kecil seperti contoh gambar berikut.
Untuk teknologinya, bisa LCD atau DLP yang penting sumber cahanya menggunakan LED atau bukan. Proyektor DLP yang menggunakan LED sebagai sumber cahayanya, tidak lagi menggunakan Color Wheel (roda warna) untuk menghasilkan warna, tapi menggunakan 3 buah LED (merah - biru - hijau) yang langsung menyinari DMD chip.
Kelebihan lain dari proyektor LED ini adalah ada yang bentuknya yang kecil sehingga sering disebut proyektor mini (LED mini projector) dan bisa dibawa ke mana-mana (portable) dan cukup dioperasikan dengan baterai saja. Kadang disebut juga dengan Pocket Projector, proyektor yang bisa di kantongi karena ukurannya yang sangat kecil seperti contoh gambar berikut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar